Gerakan Bersih Pantai & Penanaman 1.000 Bibit Mangrove

MangroverID - Dumai - Bandar Bakau. Kamis 23 Desember 2010 bertempat di Bandar Bakau area Hutan Mangrove Sungai Dumai, Walikota dan Staff beserta Muspida melakukan kegiatan bersih pantai sekaligus penanaman 1.000 bibit mangrove. Acara ini digelar oleh Pemko Dumai melalui Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan (Disnakanla) Kota Dumai bekerjasama dengan Pecinta Alam Bahari dalam rangka memeriahkan Hari Nusantara ke-IX 2010. Dihadiri oleh seluruh Kadin, Kajari, Camat dan Lurah dan puluhan Siswa/i Sekolah Menengah Perikanan Kota Dumai juga pihak PT. Pelindo, ikut melakukan program penanaman 1.000 bibit mangrove di area Hutan Mangrove Sungai Dumai. Selain itu, pada hari tersebut juga merupakan kegiatan rutin mingguan Pemko dan masyarakat Dumai untuk melakukan apa yang disebut sebagai "Kamis Bersih".

Kegiatan ini dirasa sangat penting baik oleh Pemko Dumai maupun PAB sendiri, sebab terdapat 2 hal yang dapat kita ambil darinya. Yang pertama, merupakan perjuangan panjang selama kurang lebih 11 tahun bagi PAB, menantikan saat Pemko Dumai mau mengunjungi langsung area konservasi mangrove Sungai Dumai yang selama itu pula terjadi konflik antara PAB dengan pihak PT. PELINDO terkait Rencana Pembangunan Dermaga dan Pelabuhan. Dengan adanya kegiatan ini, harapan PAB adalah Pemko Dumai sebagai mediasi, mau mendudukkan bersama supaya terselesaikannya permasalahan ini. Yaitu menjadikan kawasan Hutan Mangrove Sungai Dumai sebagai area konservasi sekaligus situs bersejarah legenda Putri Tujuh.

Kemudian hal yang kedua, sebagaimana diterbutkannya Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI oleh Bp. Fadel Muhammad telah menetapkan Kota Dumai "Tuan Rumah" pelaksanaan Hari Nusantara Nasional ke-XII tahun 2011. Berbagai kegiatan akan digelar dan dihadiri oleh Presiden RI, para menteri dan pimpinan propinsi beserta kurang lebih 3.000 undangan dari seluruh Indonesia yang akan hadir. Tentunya pihak Pemko Dumai maupun PAB sendiri tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas ini untuk menjadikan Kota Dumai sebagai tuan rumah yang baik bagi para tamunya, demi terselenggara dan suksesnya acara tersebut.

Untuk menghadapi kegiatan nasional tersebut yang salah satu kegiatannya nanti akan berpusat di area Bandar Bakau, PAB sendiri sudah mulai melakukan konsolidasi internal untuk mulai merancang kegiatan demi kegiatan. Salah satunya adalah menata kembali Area Hutan Mangrove, hutan ini sudah pasti akan menjadi perhatian para tamu dan undangan nantinya, terutama yang paling penting adalah pengadaan track/ jalan didalam hutan mangrove. "Untuk mewujudkannya dalam waktu kedepan PAB bekerjasama dengan pihak-pihak terkait akan melakukan penggambaran ulang lokasi hutan sekaligus rancangan track/ jalan dalam hutan sejauh lebih kurang 3 Km", demikian Pak Darwis (Koordinator PAB) menjelaskan.

Sumber http://mangrovedumai.blogspot.com

SMAN 9 Surabaya Tanam 3.000 Mangrove

MangroverID - Para pelajar SMAN 9 Surabaya peduli lingkungan dengan melakukan penanaman bibit mangrove di Wonorejo Rungkut, Selasa (15/02). Mereka menancapkan 3.000 bibit mangrove bersama Dinas Pertanian Pemkot Surabaya yang juga dihadiri Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Diharapkan Wonorejo akan menjadi hutan konservasi alam.(red)

Sumber http://www.surabayakita.com

Replant Mangrove With IKAHIMBI

MangroverID - Replant Mangrove With IKAHIMBI. Merupakan acara yang di laksanakan pada hari minggu, 29 mei 2011 di UGM yang bekerja sama dengan IKAHIMBI Jawa 2(Ikatan Himpunan Mahasiswa Biologi Indonesia) dan diikuti oleh beberapa Universitas seperti UNNES, UNDIP, UNS, UNSOED, USP, UNY, USD,UMP, dan UIN SUKA . Acara ini di laksanakan di desa pasir mendit kulon progo Yogyakarta dengan menanam 1000 bibit mangrove Rhizopora sp di pinggiran sungai di desa tersebut. HMBiologi UNDIP mengirimkan 5 perwakilan, yaitu genoveva preta angelika, rizky panji N, Luthfy A.N. Fatkhu Zaimah dan Viena Aviati .

Sungguh penuh perjuangan menuju Yogyakarta, kami menuju jogja dengan mengendarai motor selama 5 setengah jam, dikarenakan adanya macet, tapi perjuangan itu tidah sia-sia, acara tersebut sangat bermanfaat dan seru. Kita dapat terjun langsung untung melindungi bumi tercinta yaitu dengan penanaman mangrove ini dapat mencegah abrasi. karena tanaman mangrove memang harus di tanam di tempat yang ber lumpur seluruh peserta harus merelakan dirinya dan bajunya untuk berkotor-kotoran dengan lumpur, tapi bukankah berani kotor itu baik ^^. Acara tersebut dapat menambah jaringan dan teman-teman baru dari setiap universitas .selain kita dapat menanam mangrove secara langsung kita juga di bekali ilmu oleh ketua komunitas mangrove desa setempat yaitu bapak suwito. “beberapa kendala sulitnya penanaman mangrove di daerah tersebut yaitu kurangnya perhatian dari pemerintah setempat, karena kurangnya dana, pagar2 yang sudah rusak belum bisa di benahi, selain itu dengan adanya kerbau warga banyak mangrove yang di makan sapi sehingga tidak dapat tumbuh lagi hingga akhirnya mati” ujar pak Suwito.

Menanam 1000 bibit mangrove tentunya tidak mudah,. namun dengan kerjasama dari perwakilan beberapa universitas di jawa tengah dan Yogyakarta bibit tersebut dapat tertanam semua. kendala yang paling menyakitkan adalah dengan adanya koloni kerang yang sangat tajam yang sangat menyakitkan jika menusuk kaki, banyak peserta yang kakinya terlukai oleh koloni kerang tersebut, namun demikian seluruh peserta tetap semangat dan bekerja sama untuk menanam 1000 bibit mangrove yang telah di sediakan panitia. *fafa bio 09^^*

Sumber http://hmb.bio.undip.ac.id/

1.000 Mangrove Ditanam di Taman Wisata Alam

MangroverID - BERITAJAKARTA.COM — 25-11-2008 14:48. Untuk mencegah abrasi di pesisir pantai utara Jakarta, Mabes Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud), menanam bibit pohon bakau atau mangrove di Kawasan Taman Wisata Alam, Pantai Indah Kapuk, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (25/11). Kegiatan penanaman bibit mangrove tersebut dipimpin langsung dipimpin oleh Komisaris Jenderal Polisi (Komjenpol) Iman Haryatna, Kepala Babinkam Polri dengan diikuti ratusan petugas dari Ditpolairud.

Kegiatan penanaman bibit mangrove ini merupakan bentuk kepedulian Ditpolairud terhadap lingkungan di daerah pesisir. "Rencananya, program ini akan kita lakukan secara terpadu sebagai upaya bersama untuk menghijaukan lingkungan pantai di Jakarta Utara," ujar Haryatna.

Penanaman bibit mangrov tersebut, kata Haryatna, untuk menanggulangi abrasi pantai di Jakarta Utara. Mudah-mudahan dengan banyaknya tanaman bakau ini, wilayah pesisir pantai Jakarta Utara bisa lebih hijau dan bisa menyejukkan lingkungan. "Kita sadar bahwa ekosistem hutan mangrove bagi kelestarian biota dan keamanan warga Jakarta khususnya mereka yang tinggal di pesisir pantai jumlahnya terus berkurang. Karena itu, dengan kegiatan ini mudah-mudahan lima hingga sepuluh tahun ke depan, warga pesisir tidak lagi ketakutan dengan air pasang atau rob," ungkapnya.

Selain itu, Haryatna juga mengimbau kepada warga agar ikut bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, terlebih pohon mangrove membutuhkan waktu lima tahun untuk menjadi pohon dewasa dan penanamanya memiliki resiko kesuksesan sekitar 75 persen untuk tumbuh menjadi pohon yang dewasa. "Kami berharap warga ikut menjaga dan mengawal pertumbuhan pohon mangrove, Sehingga anakan bakau ini tidak sia-sia diterjang ombak," jelasnya.

Pihaknya, lanjut Haryatna, juga akan melakukan kegiatan pemeliharaan dan pemantauan rutin dengan melibatkan komponen-komponen masyarakat pesisir, "Kita tidak akan asal tanam, tertapi kita juga melakukan penelitian dan perencanaan terlebih dahulu. Jika tidak, pohon akan mati sia-sia," terangnya.

Kasudin Pertamanan Jakarta Utara, Nandar Sunandar, yang hadir dalam kegiatan tersebut sangat mendukung langkah yang dilakukan oleh Ditpolairud. "Peran kami dari Sudin Pertamanan tentunya ikut menghijaukan Jakarta. Hal ini sudah menjadi sebuah keharusan,” tegasnya.

Tentunya, lanjut Nandar, dengan penanaman pohon ini diharapkan dapat mengurangi polusi yang cukup tinggi di Jakarta. Kita disini juga dituntut untuk lebih peduli terhadap lingkungan agar lebih hijau dan bersih. "Kami akan mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama merawat agar pohon yang baru ditanam bisa hidup sehingga berguna bagi kita semua," tandasnya.

Juru bicara Ditpolairud, AKP Agus Basuki, mengatakan kegiatan penanaman bibit mangrov ini merupakan rangkaian acara penyambutan HUT ke-58 Polairud. "Selain penanaman bibit mangrove, kami juga sudah melakukan kegiatan sosial berupa donor darah dan sunatan massal," ujarnya singkat.

Sumber http://www.beritajakarta.com

1500 Mangrove Ditanam di Pesisir Marunda

MangroverID - BERITAJAKARTA.COM — 31-10-2008 14:01. Untuk mencegah abrasi di pesisir pantai utara Jakarta, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara (Pemkot Jakut) bekerja sama dengan Lantamal III TNI Angkatan Laut (AL), Jumat (31/10) pagi, menaman 1500 bibit pohon bakau atau mangrove di Kawasan Pantai Marunda, Kecamatan Cilincing. Karena mangrove membutuhkan waktu lama untuk tumbuh menjadi dewasa, Pemkot Jakut akan melibatkan masyarakat sekitar untuk mengawasi pertumbuhannya.

Kegiatan penanaman bibit mangrove tersebut langsung dipimpin oleh Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Utara, Ahmad Lutfi dengan diikuti ratusan relawan baik pelajar tingkat SMP, warga, dan komunitas nelayan di Kawasan Marunda Jakarta Utara. Begitu pedulinya para pelajar dan nelayan ini terhadap lingkungan, mereka terlihat tak canggung saat kakinya harus terbenam di lumpur.

Ahmad Lutfi mengatakan, kegiatan ini merupakan kepedulian Pemkot Jakut terhadap lingkungannya termasuk di daerah pesisir. "Jika bukan kita, siapa lagi yang mau peduli," katanya, Jumat (31/10) pagi. Rencananya program kerja sama ini akan dilakukan secara terpadu dengan TNI AL, sebagai upaya bersama untuk menghijaukan lingkungan pantai di Jakarta Utara.

Penanaman bibit mangrove tersebut, menurutnya, bertujuan menanggulangi abrasi pantai di Jakarta Utara. Semoga dengan banyaknya tanaman bakau ini wilayah pesisir pantai Jakarta Utara bisa lebih hijau dan bisa menyejukkan lingkungan. "Kita sadar bahwa ekosistem hutan mangrove bagi kelestarian biota dan keamaanan warga Jakarta khususnya mereka yang tinggal di pesisir pantai jumlahnya terus berkurang. Karena dari itu, dengan kegiatan ini mudah-mudahan lima sampai sepuluh tahun ke depan warga pesisir tidak lagi ketakutan dengan air pasang atau rob," paparnya.

Selain itu, Lutfi juga menghimbau kepada warga agar ikut bersama-sama menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan. Terlebih pohon mangrove membutuhkan waktu lima tahun untuk menjadi pohon dewasa dan penanamannya memiliki resiko kesuksesan sekitar 75 persen untuk tumbuh menjadi dewasa. "Kami berharap warga ikut menjaga dan mengawal pertumbuhan pohon mangrove, sehingga bibit bakau ini tidak sia-sia diterjang ombak," jelasnya.

Tak hanya itu, kata Lutfi, pihaknya juga akan melakukan kegiatan pemeliharaan dan pemantauan rutin dengan melibatkan komponen-komponen masyarakat pesisir. "Kita tidak akan asal tanam, tetapi juga melakukan penelitian dan perencanaan terlebih dahulu, kalau tidak pastinya pohon akan mati sia-sia," terangnya.

Kolonel Marinir Sudarmin Soedar, Wakil Komadan (Wadan) Lantamal III TNI AL, mengatakan sangat mendukung langkah yang dilakukan oleh Pemkot Jakut. "Peran kami dari Lantamal III tentunya ikut menghijaukan Jakarta yang sudah merupakan keharusan," tegasnya. Tentunya, dengan penanaman pohon ini diharapkan dapat mengurangi polusi yang cukup tinggi di Jakarta. "Kami akan menginstruksikan kepada anggota TNI AL khususnya yang ada di lingkungan flat dan masyarakat untuk bersama merawat agar pohon yang baru ditanam bisa hidup," tandasnya.

Sumber http://www.beritajakarta.com

120 Ribu Bibit Mangrove Ditanam di Pulau Kelapa

MangroverID - BERITAJAKARTA.COM — Untuk menangkal terjadinya abrasi akibat gerusan gelombang di pesisir pantai, Taman Nasonal Laut Kepulauan Seribu (TNLKpS) bersama perusahaan minyak lepas pantai PT China National Offshore Oil Corporation (PT CNOOC) menanam 120 ribu bibit bakau (mangrove). Penanaman dilakukan di perairan dangkal Kelurahan Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara, Rabu (6/5). Bibit mangrove dibeli dari warga sekitar yang melakukan budidaya bakau.

"Lima tahun mendatang diharapkan pohon mangrove ini dapat berguna menangkal terjadinya abrasi khususnya di pulau-pulau pemukiman seperti Pulau Kelapa ini," kata Masyuti Yassin, Staf Divisi Humas PT CNOOC kepada beritajakarta.com, Rabu (6/5). Menurutnya, penanaman bibit mangrove ini hasil koordinasi PT CNOOC dengan TNLKpS.

Selain untuk pelindung pesisir pantai dari abrasi, hantaman gelombang, dan sampah di laut, kegiatan ini juga bagian dari community development (pengembangan masyarakat) karena bibit yang ditanam dibeli dari warga. "Bibit dibeli dari warga yang kebelakangan ini melakukan pembibitan," ungkapnya.

Usai ditanam, Masyuti berharap warga peduli dengan menjaga dan merawat bibit hingga dewasa. Untuk itu, dalam proses pembelian bibit dilakukan perjanjian tidak mengikat agar penjual turut serta dalam penanaman dan pemeliharaannya. "Pada dasarnya mereka bersedia, karena manfaat dari keberadaan pohon bakau untuk tempat mereka juga," kata Masyuti.

Kepala TNLKpS, Joko Priatna, menyambut baik dengan kegiatan penanaman bibit mangrove ini. Dia mengatakan, kepedulian terhadap pelestarian lingkungan di Kepulauan Seribu harus lebih ditingkatkan. Banyak hal yang menyebabkan kerusakan alam dilakukan oleh tangan manusia yang kurang bertanggung jawab. Padahal, di masa yang akan datang kerusakan alam itu akan berdampak buruk terhadap kehidupan.

Ia menambahkan, penanaman bibit mangrove di Kepulauan Seribu dimulai sejak 10 tahun lalu dan di sebelas pulau pemukiman seperti, Pulau Untung Jawa, Tidung, Panggang, Kelapa, dan lainnya. Namun hasilnya belum optimal. "Pulau-pulau pemukiman sudah pernah ditanam mangrove, namun kegiatan itu hanya sebatas program dan tidak ada kelanjutannya, bibit mangrove yang ditanam dibiarkan rusak dan hilang dihantam gelombang," ungkap Joko.

Camat Kepulauan Seribu Utara, Edi Junaidi, menambahkan penanaman mangrove memiliki multiplier effect tinggi bagi masyarakat. Ada beberapa manfaat dari kegiatan tersebut yaitu, manfaat ekologi berupa konservasi pulau dan ekosistem. Manfaat lain, masyarakat terbantu secara ekonomi. "Masyarakat dilibatkan langsung dalam penyediaan bibit sehingga menjadi sumber pendapatan alternatif," ujar Edi.

Sumber http://www.beritajakarta.com

Pelajar Desa Bangga Menanam 7000 Bibit Mangrove

MangroverID - Boalemo – Pelajar dan generasi muda di Desa Bangga, Kecamatan Paguyaman Pantai, Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo menanam 7000 bibit mangrove. Kegiatan penanaman ini dilokasi seluas 3,27 hektare. ”Rehabilitasi mangrove diawali dengan musyawarah antara warga dan pemerintah Desa Bangga,” kata fasilitator Jaring Advokasi Pengelolaan Sumberdaya Alam (JAPESDA) di Desa Bangga, Moh Jacob Botutihe, Rabu (6/1).

Menurut Jacob kegiatan penanaman mangrove merupakan bagian dari perencanaan desa. Setelah melakukan musyawarah, dilakukan identifikasi dan pengukuran lokasi. Kegiatan penanaman mangrove dituangkan dengan kesepakatan masyarakat dan pemerintahan Desa Bangga.

Panitia rehabilitasi mangrove juga sudah terbentuk di desa. Panitia yang terdiri dari kaum muda dan orang tua ini melakukan pengumpulan bibit mangrove. Bibit ini berasal dari areal hutan mangrove di sekitar Desa Bangga. Rehabilitasi mangrove di Desa Bangga berada di dua titik. Di lokasi ini mangrove dibuka untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku kayu bakar, pembukaan tambak dan bekas pemukiman. ”Jumlah yang berpastisipasi dalam kegiatan penanaman ini 108 orang, terdiri dari siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, generasi muda dan orang tua baik laki- laki dan perempuan,” kata Jacob.

JAPESDA sebagai pelaksana Program Teluk Tomini (SUSCLAM) di Kecamatan Paguyaman Pantai telah memfasilitasi diksusi kampung sejak Mei 2009. Sebagian areal mangrove di Desa bangga telah mengalami kerusakan. ”Tujuan rehabilitasi mangrove di Desa Bangga untuk mengembalikan ekosistem sumberdaya pesisir dan laut yang telah rusak akibat eksploitasi berlebihan,” kata Direktur JAPESDA, Haris Malik.

Pada Januari ini JAPESDA kembali akan melakukan penanaman mangrove di Desa Torosiaje Kabupaten Pohuawato dan Desa Limbatihu Kabupaten Boalemo. Sebanyak 10 ribu bibit direncanakan akan ditanam di lokasi bekas tambak dan areal hutan mangrove yang sudah rusak.

Sumber http://boalemoidrus.multiply.com

Gabungan Elemen Masyarakat Rembang Tanam Ribuan Bibit Mangrove

MangroverID - REMBANG (wartamerdeka.com)-Berbagai elemen masyarakat terdiri jajaran Kodim 0720-Rembang, Polres, Kantor LH, Pramuka, LSM Lingkungan (LMLH), menghijaukan kembali kawasan mangrove desa Tireman kecamatan Rembang yang rusak akibat terjadi abrasi laut belum lama ini. Sebanyak lima ribu pohon Mangrove di tanam di pesisir pantai desa setempat pada hari Sabtu (20/2) kemarin.

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Rembang Purwadi Syamsi disela kegiatan mengatakan, penanaman pohon mangrove perlu digalakkan, apalagi melihat sebagaian besar wilayah Rembang merupakan pantai terbuka yang rawan bencana abrasi. Pantai harus dijaga kelestarian lingkungannya, krena menjadi bagian penghidupan masyarakat Rembang yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.

Disebutkan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Rembang Purwadi Syamsi, pohon mangrove memiliki potensi penting dalam menjaga dan melindungi keseimbangan ekosistem wilayah pesisir, terutama sebagai penangkal abrasi. Mengingat kawasan pantai sangat berarti dalam kehidupan masyarakat nelayan, hendaknya semua elemen masyarakat ikut peduli menjaga kelestarian tanaman tersebut.

Sementara Komandan Kodim 0720 Rembang Letnan Kolonel Artileri Deedy Jusnar Hendarawan ditemui terpisah menegaskan, penanaman pohon mangrove penting untuk menjaga eksosistem laut. sebagian pakan ikan berupa plankton dihasilkan dari pohon tersebut. Sehingga jika pakan ikan terpenuhi, secara otomatis kuantitas ikan akan meningkat. Hasilnya, nelayan mendapat untung dengan tersedianya ikan yang melimpah.

Ditambahkan Komandan Kodim 0720 Rembang Letnan Kolonel Artileri Deedy Jusnar Hendarawan, jajarannya memegang komitmen teguh dalam menjaga kelesatrian lingkungan. Menyeluruh di semua wilayah Kabupaten Rembang, tidak hanya di satu tempat wilayah pesisir pantai saja.

Sedangkan Ketua LSM LMLH Rembang Miftahurrobbani menyebutkan, aksi penanaman pohon kali ini dalam rangka mereklamsi wilayah pantai di Rembang. Bibit pohon mangrove yang ditanam bantuan dari Dinas Pertanian dan Kehutanan serta hasil swadaya. Tahun ini ditarget menanam 1 juta pohon, di sepanjang garis pantai Kabupaten Rembang.

Ditambahkan Miftahuttobani, untuk menjaga lingkungan wilayah pantai khususnya tanaman mangrove, diperlukan adanya regulasi yang melindunginya. Setidaknya diterbitkan peraturan daerah (Perda) untuk kawasan mangrove, agar tidak ada lagi penebangan liar oleh sekelompok orang yang tak bertanggung jawab. (hasan)

Sumber http://www.wartamerdeka.com

Tanam Mangrove, Wujud Bakti Bahari Nusantara

MangroverID - Rangkaian kegiatan Bakti Bahari Nasional Ocean Week 5 akhirnya mendekati puncaknya. Minggu (21/3) pagi, seluruh panitia dan peserta melakukan prosesi tanam mangrove di sekitar pantai. Dengan menggandeng Mangrove Center Tuban, para siswa SMA ini belajar banyak hal baru tentang lingkungan dan pertahanan alam.

“Mangrove itu sangatlah penting sebagai banteng hidup pantai dari abrasi air laut,” ungkap Ali mansyur. Namun, dia mengungkapkan sedikit kekecewaan terhadap masyarakat yang mengabaikannya. Tidak sedikit warga yang membuka lahan baru serta pembantaian hutan bakau tanpa reboisasi. Alhasil, populasi mangrove dari tahun ke tahun pun semakin menurun.

“Saya bangga sekali dengan anak muda yang peduli terhadap lingkungan,” ujar ketua mangrove center Tuban ini. Selama ini, mayoritas anak muda hanya bisa bersenang-senang tanpa ada pemikiran jauh terhadap nasib lingkungan di sekitarnya. Oleh sebab itu, guru agama sebuah SD swasta ini sangat mendukung kegiatan segelintir anak muda seperti penanaman mangrove pagi ini.

Seorang penjaga hutan pun tampil di depan semua peserta untuk menjelaskan cara menanam mangrove yang baik dan benar. Dengan penuh kesabaran, dia menerangkan apa saja yang harus dilakukan. Dari menarik polybag sampai menanamnya di persemaian. “Tapi perlu diingat, hati-hati dalam menarik mangrove kecil dari plastiknya,” Mansyur memberi peringatan. Hal ini bisa menyebabkan akarnya rusak. Selain itu, penarikan yang kurang hati-hati juga mampu merusak polybag. “kan sayang dek, walaupun hanya gopek, tapi Polybag juga bisa digunakan kembali untuk menghemat pengeluaran dan mengurangi sampah plastik,” terangnya.

Seorang relawan pecinta alam juga turut hadir dalam kegiatan ini. Adalah Agus Satriyono, alumni Biologi ITS yang masih konsentrasi terhadap lingkungan di tengah kesibukannya. “Saya sangat senang dan mendukung sekali terhadap kegiatan adik-adik disini.” Ungkap Agus. Bahkan dia mengaku, dia datang ke acara Ocean Week adalah inisistif diri sendiri, panggilan alam, serta kepedulian terhadap kegiatan positif para juniornya.

Selama tiga hari juga dia turut meramaikan OW 5 di Panyuran, Tuban. “Kalau dibandingkan dengan masa saya mahasiswa dulu, OW 5 benar-benar mengalami kemajuan pesat,” jelasnya. Mantan ketua penanaman mangrove pada OW pertama ini juga sempat menitipkan pesan terhadap peserta, “Peduli lingkungan tidak hanya dengan penanaman mangrove. Namun mulailah dari hal-hal kecil dan dari kesadaran diri sendiri.”

Sumber http://han2online.blogspot.com

Pemkot Bersih-Bersih Sungai dan Tanam Mangrove di Pamurbaya

MangroverID - Dinkominfo – Sebagai upaya peningkatan ekowisata dikawasan Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya), Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Pertanian mengadakan bersih-bersih sungai dan penanaman mangrove, Jum’at (15/1) di Boozem Wonorejo Kecamatan Rungkut. Kegiatan dibagi menjadi tiga yakni upacara, bersih-bersih pantai dan penanaman mangrove. Bersih-bersih pantai dilakukan disepanjang muara sungai Jagir Wonorejo sedangkan penanaman mangrove dilakukan di sisi kanan sungai Jagir Wonorejo.

Dalam jumpa pers yang dilakukan Kamis (14/1), Kasi. Kehutanan Dinas Pertanian Kota Surabaya, Suzi Irawati Fauziah mengatakan bahwa saat ini sampah dimuara sungai Jagir Wonorejo mulai menumpuk dan semakin lama semakin meningkat.

Pada kegiatan yang menanam 5000 pohon ini, Walikota Surabaya Bambang DH berharap Pamurbaya dapat menjadi kawasan hutan lindung, dan diarahkan menjadi pusat edukasi, wisata serta riset flora dan fauna.

Pada kesempatan tersebut, selain Walikota Surabaya Bambang DH dan Wakil Walikota Surabaya Arif Afandi juga dihadiri Gubernur Jawa Timur Soekarwo serta Ketua DPRD Kota Surabaya Wisnu Wardhana. (*)

Sumber http://www.surabaya.go.id

Gandeng WALHI, Mahasiswa Sipil Tanam Mangrove

MangroverID - Bertajuk Save Our Environment, mahasiswa Teknik Sipil mewujudkan suatu kepedulian terhadap lingkungan dalam bentuk penanaman mangrove di daerah pesisir. Bertempat di sekitar pesisir kenjeran tepatnya daerah Nambangan, 1001 mangrove berhasil ditanam. Penanaman yang dilakukan Minggu(24/2) ini merupakan hasil kerjasama antara Mahasiswa Sipil, WALHI, serta masyarakat setempat.

Surabaya, ITS Online - Pantai adalah daerah yang cukup penting untuk kehidupan manusia. Namun keberadaannya belum diimbangi dengan kepedulian yang maksimal. Hal inilah yang mendasari para pelaksana, yang sebagian besar merupakan mahasiswa baru Teknik Sipil untuk menanam mangrove sebagai salah satu upaya melestarikan ekosistem pantai.

Dicky Ardian, ketua pelaksana kegiatan juga menjelaskan bahwa penanaman mangrove di desa Nambangan ini juga salah satu bentuk pengabdian mahasiswa teknik Sipil terhadapa masyarakat pesisir pantai.. Di samping itu, kegiatan ini juga merupakan ajang mempererat keakraban antar mahasiswa Teknik SIpil. “Kami juga ingin ikut berperan dalam usaha mengurangi masalah global warming,” ungkap Dicky menambahkan.

Penanaman mangrove kali ini tidak sebatas pada kegiatan menanam saja. Sebelumnya juga telah dilakukan penyuluhan yang dilakukan oleh Wahana Lingkungan Hidup (WALHI ) terhadap masyarakat sekitar. Tidak hanya menyampaikan betapa pentingnya mangrove bagi lingkungan pesisir, dalam penyuluhan yang juga dihadiri oleh beberapa mahasiswa Teknik Sipil itu juga dijelaskan bagaimana cara menanam serta merawat mangrove dengan baik.

Selain dengan WALHI, kegiatan ini juga hasil kerjasama dengan Mangrove Center di Tuban sebagai penyuplai utama bibit mangrove. Masyarakat setempat berharap mangrove yang telah ditanam mampu tumbuh dengan baik, terutama setelah adanya penyuluhan tentang perawatannya. “Kegiatan ini adalah penanaman ketiga di daerah kami, dua penanaman sebelumnya gagal tumbuh, semoga bakau yang ditanam kali ini bisa sampai besar,” harap Ishom, ketua RW setempat.

Pada dasarnya masalah pesisir dapat terbilang kompleks. Oleh karena itu, masyarakat serta pemuda setempat juga mengharapakan agar hubungan antar semua pihak yang melaksanakan kegiatan ini terus terjalin. Secara khusus, masyarakat Nambangan saat ini sedang berkonsentrasi pada kebersihan dan penghijauan lingkungan pesisisr. “Harapannya hal ini pun dapat dikelola bersama,” ujar Ishom lagi.

Sementara itu, salah satu perwakilan dari WALHI mengatakan, mangrove ini tidak hanya akan mencegah abrasi pantai, tetapi juga dapat merubah iklim mikro di daerah sekitar penanaman menjadi lebih bagus. Hal yang terpenting yang harus dilakukan adalah followup terhadap mangrove itu sendiri secara intens. “Karena mangrove juga butuh disambangi,” pesan Vita, perwakilan WALHI.(Zn/jie).

Sumber http://ww.its.ac.id

Tanam Mangrove di area baru

MangroverID - Menanam mangrove merupakan hal yang jarang dilakukan tim konservasi UNNES khususnya jajaran pejabat Rektorat UNNES. Ini tergolong hal baru selama Universitas ini mencanangkan dirinya sebagai Universitas Konservasi satu - satunya di Indonesia. Pagi itu dengan mengenakan seragam kebanggannya, anggota MAHAPALA UNNES ikut melakukan simbolisasi penanaman Mangrove yang digawangi sendiri oleh Ketua MAHAPALA Tri mawardi.

Walaupun sinar matahari begitu menyengat di kawasan pantai pelabuhan Tanjung Mas pagi itu, tak menyurutkan niat Rektor UNNES di dampingi Ketua MAHAPALA dan beberapa personil dari MENWA untuk membawa bibit yang akan ditanam di sepanjang pantai tersebut. Ini merupakan salah satu wujud dari pengabdian UNNES sebagai Universitas Konservasi.

Sumber http://mahapalaunnes.blogspot.com

700 Orang Tanam Mangrove Di Muara Sungai Kebon Agung

MangroverID - Dinkominfo – Guna melestarikan hutan mangrove di Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya), Pemerintah Kota surabaya terus melakukan pemantauan. Hal ini terlihat dengan didirikannya pos pemantau pada kawasan tersebut. Minggu (9/8), Walikota Surabaya Bambang DH meresmikan pos pemantau lingkungan dan penanaman bibit mangrove di Gunung Anyar Tambak.

Wali Kota Surabaya, Bambang DH menyampaikan, berdasarkan riset yang dilakukan oleh beberap LSM peduli lingkungan, spesies burung yang ada di kawasan pantai timur Surabaya sangat bagus. Dan karena sebagai penyangga ekosistem maka kawasan pantai timur perlu dijaga kelestariannya.

Selain Pemerintah Kota Surabaya, pelestarian hutan mangrove di Pantai Timur Surabaya juga mendapat perhatian khusus dari masyarakat pecinta lingkungan. Hal ini terlihat dari tingginya antusias masayarakat. Sebanyak 700 orang dari berbagai elemen masyarakat turut serta dalam kegiatan tersebut.

Di antaranya dari UPN “Veteran” Jatim, UHT, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Sekolah Pelayaran BP2IP, Unair, dan sekolah Cita Hati. Adapula dari karang taruna, PKK, kelompok tani, kader lingkungan, dan Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Gunung Anyar.

Selain peresmian pos pemantau, pada kegiatan tersebut masyarakat juga diajak menanam bibit mangrove. Ada 5.000 bibit yang ditanam yakni 2000 pohon bantuan dari Bank jatim dan 3000 pohon bantuan dari Dinas Pertanian Kota Surabaya.

Bibit tersebut di tanam di sebelah selatan pos pemantau yang letaknya di sisi selatan sungai Kebon Agung, dekat muara. Tiap kelompok dipersilakan memilih area kosong untuk ditanami bibit mangrove.

Para peserta nampak antusias menanam bibit mangrove. Mereka langsung menceburkan diri dalam lumpur pantai dan membenamkan bibit mangrove lalu mengikatnya pada kayu penyangga. (tw)

http://www.surabaya.go.id/berita/detail.php?id=221

Sumber http://wamsby.wordpress.com

37 Mahasiswa Asing Tanam Mangrove di Surabaya

MangroverID - Surabaya - Sebanyak 37 mahasiswa asing dari Belanda, Hong Kong, Jepang, dan China menanam mangrove di hutan mangrove Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Surabaya, Senin. Ke-37 mahasiswa asing menanam mangrove di Surabaya bersama 56 mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya menjelang Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional atau Community Outreach Program (COP) 2010 di Kediri.

Para mahasiswa asing itu terdiri dari 15 mahasiswa "Inholland University" Belanda, dan lima mahasiswa "Hongkong Baptist University" Hong Kong.

Selain itu, 11 mahasiswa "International Christian University" Jepang, dua mahasiswa "St Andrew's University" Jepang, dan tiga mahasiswa "Chinese University of Hongkong" Hong Kong.

"Sebenarnya, ada 28 mahasiswa lagi dari 'Dong Seo University' Korea Selatan, tapi mereka datang terlambat pada Senin (5/7) malam," kata Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UK Petra Surabaya, Herry Palit.

Penanaman mangrove dalam rangkaian bakti sosial peserta COP XVIII-2010 itu dibuka Kepala Dinas Perikanan, Kelautan, Peternakan, Pertanian, dan Kehutanan Kota Surabaya, Samsul Arifin, yang mewakili Wali Kota Surabaya, Bambang DH.

Menurut Kepala Dinas Perikanan, Kelautan, Peternakan, Pertanian, dan Kehutanan Kota Surabaya, Samsul Arifin, bakti sosial di hutan mangrove Wonorejo itu juga merupakan peringatan 15 tahun kerja sama dengan antara Kota Surabaya dengan "Dong Seo University" Korea Selatan.

"Kita tahu bahwa hutan mangrove itu meningkatkan ekosistem laut seperti ikan, kepiting, dan burung, bahkan hasil survei Lembaga Kutilang Surabaya menemukan bahwa mangrove mampu menarik 147 spesies burung dengan 84 di antaranya menetap dan sisanya migran," katanya.

Oleh karena itu, katanya, Pemerintah Kota Surabaya menargetkan 50 ribu batang mangrove ditanam dalam setahun.

"Rekan-rekan mahasiswa asing dan mahasiswa UK Petra Surabaya kali ini menanam 500 batang pohon mangrove jenis rizophora, karena itu kami berterima kasih dengan penanaman yang akan memperbaiki kondisi hutan di pantai timur Surabaya (pamurbaya) seluas 871 hektare," katanya.

COPYRIGHT © 2009 ANTARAJATIM

Sumber http://fkpmne.blogspot.com

TANAM MANGROVE TAHUN 2009

MangroverID - Tanggal 16 - 20 Nopember 2009 mulai digelar acara rutin Tanam Mangrove di pantai Pilang utara Probolinggo tepatnya di ladang mangrove SMA Negeri 2 Probolinggo. Sekitar 4.000 batang bibit mangrove akan ditanam bersama sekolah Adiwiyata binaan SMAN 2, yaitu: SDN Mangunharjo VI, SMPN 4 Probolinggo, SMPN 10 Probolinggo, serta SMPN 1 Sumberasih Kabupaten Probolinggo.

Dalam program ini kami dari Tim Adiwiyata SMAN 2 tak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada Bapak Muchlis sebagai petani mangrove pantai Ketapang yang sekaligus instruktur kami di lapangan dan juga kepada Ibu Dra. Endang Sulistyowati, M.Pd (sekarang ditempatkan di SMAN 1 Probolinggo) yang telah membuat seluruh warga SMAN 2 sadar akan pentingnya "lingkungan tempat kita berpijak".

Dengan filosofi: "BERTINDAK SEKARANG, SEJAHTERA HARI ESOK" telah hidup dan tumbuh puluhan ribu batang mangrove SMAN 2 yang menjadi pemandangan nan indah menyejukkan.

Sumber http://bbs-smada.blogspot.com

400 Pelajar DKI Tanam 10 Ribu Mangrove di PIK

MangroverID - JAKARTA - Walau bulan Maret mendatang sebagian besar pelajar ibu kota akan mengikuti ujian nasional (UN), tak berarti mereka acuh dengan masalah lingkungan. Buktinya di tengah kesibukan mempersipakan UN tersebut, sedikitnya 400 pelajar se-DKI menyempatkan diri menanam 10.000 bibit bakau (mangrove) di kawasan Restorasi Mangrove Hutan Lindung Angke Pantai Indah Kapuk, Kelurahan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, pekan lalu.

Kegiatan yang dilakukan komunitas pendidikan ini dalam rangka ikut peduli menanggulangi fenomena pemanasan global (global warming). Acara ini diawali dengan penanaman mangrove yang dilakukan oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto berserta jajarannya. Selanjutnya disusul oleh 400 pelajar perwakilan dari sekolah menengah se-Jakarta.

Tanpa segan-segan, Taufik Yudi Mulyanto memberikan contoh pada para siswa dengan cara turun ke kubangan lumpur di bibir pantai untuk menanam bibit mangrove. Bahkan sebagian lumpur berwarna hitam itu sempat mengotori tubuh dan pakaiannya. “Sebagai pimpinan tidak boleh hanya perintah saja, tapi harus ikut turun mencontohkannya. Jadi biar sama-sama kena lumpur,” seloroh Taufik saat melakukan penanaman mangrove yang diikuti para kepala sekolah, guru, maupun pelajar.

Ia menuturkan, kegiatan penanaman bibit mangrove ini untuk menahan abrasi, menahan instrusi air laut, serta menurunkan kondisi gas CO2 di Atmosfir sekaligus menahan angin dari laut.

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki hutan mangrove terluas di dunia. Luasnya mencapai 25 persen atau 4,5 juta hektar dari luas hutan mangrove di seluruh dunia yang jumlahnya mencapai 18 juta hektar.

Jumlah itu, kata Taufik, setara dengan 3,8 persen dari total luas hutan di Indonesia secara keseluruhan. Dari data statistik itu terlihat bahwa luas hutan mangrove dunia mengalami penurunan yang cukup signifikan, dari 19,8 juta hektar (1980) menjadi 14,7 juta hektar (2000).

Fungsi penting hutan mangrove sebagai pelindung alami efektif untuk menahan erosi pantai, penunjang keseimbangan habitat pantai, menyuplai makanan, bahan obat-obatan dan kayu bakar untuk penduduk sekitar. Ini merupakan salah satu faktor utama dalam fenomena pemanasan global. Sehingga beberapa negara sudah mulai melakukan program konservasi untuk menjaga kelestariannya. Begitu juga kawasan Jakarta Utara yang memiliki kawasan pesisir pantai.

Dengan penanaman mangrove yang dilakukan komunitas pendidikan ini, diharapkan mampu mencegah abrasi maupun luapan air laut pasang atau rob yang belakangan ini kerap menggenangi kawasan pemukiman warga sekitar. “Saya juga berharap jangan cuma menanam tapi harus turut merawatnya. Soalnya, sebelum besar bibit mangrove ini sering dirusak burung jadi perlu dijaga dan dirawat,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, acara menanam mangrove ini tentunya tidak hanya sekadar seremonial saja, namun juga memiliki nilai edukasi yaitu mengajarkan generasi muda, khususnya pelajar untuk mencintai lingkungan dengan menanam mangrove sekaligus merawatnya.

Uniknya, penanaman bibit mangrove ini merupakan hasil pembibitan para siswa-siswi SMAN 41 yang dikomandoi Kepala Sekolah SMAN 41, Salim, sejak April 2009 lalu. “Dengan begitu para pelajar merasa memiliki mangrove tersebut sehingga mereka terpanggil untuk turut menjaga serta merawatnya. Tentunya dengan begitu masalah pemanasan global, abrasi, naupun rob bisa teratasi bersama,” tandas Taufik.

Vence Maria, satu siswi SMAN 75 yang ikut serta dalam kegiatan menanam mangrove tersebut mengaku senang bergabung menjadi salah satu peserta. Dengan begitu, ia menjadi tahu kondisi pantai Jakarta yang saat ini sudah mengalami abrasi karena minimnya hutan mangrove di bibir pantai.

“Saya senang bisa ikut kegiatan ini. selain menambah teman, saya menjadi tahu pentingnya kawasan pantai yang harus dijaga oleh tanaman mangrove agar tak terjadi abrasi maupun rob,” katanya. (beritajakarta.com)

Sumber http://petojoselatan02pagi.blogspot.com/

Pengantin Massal Tanam Mangrove

MangroverID - HARI Valentine memberi kesan tersendiri bagi sekitar 300 pasangan Filipina ini. Mereka dinikahkan secara massal di Kota San Jose, Provinsi Palawan, Filipina barat, kemarin. Usai seremoni pernikahan, mereka melepas sepatu dan menyingsingkan gaun serta setelan pengantin. Sebab, para pengantin baru itu harus masuk ke rawa untuk menanam mangrove, sebagai bukti kesungguhan mereka menjaga kelestarian lingkungan. (81)

Sumber http://suaramerdeka.com

30 Ribu Pohon Mangrove di Tanam Persit Chandra Kirana

MangroverID - MUARA ANGKE - Ratusan istri Prajurit TNI Angkatan Darat yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana menanam belasan ribu pohon mangrove dan memberikan sembako kepada ratusan warga tak mampu di Pantai Indah Kapuk (PIK) Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (24/11/2010).

Aksi peduli kaum ibu keluarga prajurit TNI itu menurut Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Jaya Ny. Marciano Norman dalam rangka penyelamatan hutan pantai dan peningkatan kesejahteraan masyarakat khususnya yang tinggal di pesisir.

Menurutnya, sudah disiapkan 30 ribu tanaman mangrove dan yang ditanam pada hari itu sebanyak 1.200. Kegiatan peduli terhadap penyelamatan hutan pantai ini akan terus dilakukan istri prajutir TNI secara berkelanjutan.

Sementara itu Ny. Hj. Nur Alam George Toisutta selaku meminta semua pihak turut menjaga dan menyukseskan program penyelamatan hutan pantai , termasuk ekosisten dan abrasi. Karena bukan sekedar hanya menanam tetapi bagaimana memilihara sesuai dengan program pemerintah yang digalakan ibu Negara Ani Susilo Bambang Yudhoyono untuk melestarikan lingkungan dengan mensukeskan satu milyar menanam pohon.

“Kalau hanya sekear menanam tetapi tidak merawatnya nanti tidak akan bermanfaat, untuk itu harus dipelihara,” Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana itu yang juga secara simbolis ikut menanam pohon mangrove didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Daerah Jaya serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Jakarta Utara.

Hadir dalam acara penanaman pohon dan pemberian sembako itu Dandim Jakarta Utara dan sejumlah petinggi TNI AD serta aparat Pemda Jakarta Utara seperti Lurah Kamal Muara Tri. S.

Sementara itu sejumlah warga yang menerima bantuan semb ako diantaranya Ucup warga Kamal Muara menyatakan terima kasih kepada istri prajurit TNI yang peduli kepada warga miskin.”Sembako dari ibu ibu ini sangat bermanfaat agar dapur terus ngebul karena musim rob ini pencarian nelayan sangat berkurang.” Ungkap Ucup gembira.

Persit Kartika Chandra Kirana merupakan organisasi Persatuan Isteri Prajurit TNI Angkatan Darat. Isteri Prajurit Angkatan Darat mutlak tidak dapat dipisahkan dari TNI Angkatan Darat, baik dalam melaksanakan tugas organisasi maupun dalam kehidupan pribadi. Oleh karena itu, Isteri Prajurit TNI Angkatan Darat harus membantu TNI Angkatan Darat dalam menyukseskan tugasnya baik sebagai kekuatan pertahanan maupun sebagai komponen pembangunan bangsa.

Sampai dengan saat ini Persit telah membantu Kepala Staf TNI Angkatan Darat dalam Pembinaan Isteri Prajurit dan keluarganya khususnya bidang Mental, Fisik, Kesejahteraan dan Moril. Tugas lainnya adalah mendukung kebijaksanaan pimpinan TNI AD dengan membina dan mengerahkan perjuangan Isteri Anggota TNI AD, menciptakan rasa persaudaraan, dan kekeluargaan, rasa persatuan dan kesatuan serta kesadaran nasional.

Kegiatan Persit antara lain melakukan kegiatan di bidang Organisasi, Ekonomi, Pendidikan, Budaya dan Sosial dengan persetujuan Pembina Utama Persit Kartika Chandra Kirana atau Pembina dan sepengetahuan Dharma Pertiwi setingkat.

Dalam perjuangan mengisi kemerdekaan, Isteri Prajurit Tentara Nasional Indonesia (selanjutnya disingkat TNI) Angkatan Darat sebagai warga negara Republik Indonesia berhak dan wajib memper­juangkan tercapainya cita-cita bangsa Indonesia yaitu masyarakat yang adil dan makmur, material dan spiri­tual dalam wadah negara kesatuan Republik Indo­nesia dalam lingkungan serta suasana perdamaian dan persahabatan dunia.

Isteri Prajurit TNI Angkatan Darat mutlak tidak dapat dipisahkan dari TNI Angkatan Darat, baik dalam melaksanakan tugas organisasi maupun dalam kehidupan pribadi. Oleh karena itu Isteri Prajurit TNI Angkatan Darat harus membantu TNI Angkatan Darat dalam menyukseskan tugasnya baik sebagai kekuatan pertahanan keamanan maupun sebagai komponen pembangunan bangsa untuk mencapai cita-cita bangsa Indonesia. (rep aei)

Sumber http://id.wisatapesisir.com

Mahasiswa Stiper Tanam Mangrove

MangroverID - Keberadaan hutan mangrove di sekitar pesisir sangat bermanfaat bagi kehidupan, baik manusia maupun bagi biota laut yang hidup di sekitar tanaman ini. Berfungsi sebagai penahan ombak yang menyapu bibir pantai agar daratan tidak terkikis. Tampak Mahasiswa dan dosen Stiper Program Studi Kelautan melaksanakan kegiatan penanaman bibit mangrove di kawasan pantai Teluk Lombok. (ist)

Sumber http://www.kaltimpost.co.id

Pertamina EP Tanam 30.450 Bibit Mangrove

MangroverID - Jakarta - Unit Bisnis Pertamina EP (UBEP) baru-baru ini menanam 30.450 bibit mangrove di field Tarakan, Kalimantan Timur. Menurut General Manager Pertamina EP UBEP Sangasanga Tarakan Satoto Agustono mengungkapkan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai wujud kepedulian perusahaan terhadap lingkungan di sekitar daerah operasi.

“Ini adalah peran aktif kita dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) di sekitar area operasi UBEP Sangasanga Tarakan. Pada 22 Desember 2010 sebanyak 15.450 bibit mangrove untuk merehabilitasi lahan yang sudah tidak produktif seluas 6,18 hektar di Tarakan,” kataya dalam keterangan persnya yang diterima SENTANA, kemarin.

Ia mengungkapkan, penanaman Mangrove tersebut dilakukan untuk mencegah abrasi laut serta mengembalikan lahan hutan yang sebelumnya digunakan masyarakat namun sudah tidak produktif lagi..”Kemudian pada 29 Januari 2011 kami kembali menanam sebanyak 15.000 pohon di lokasi yang sama. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian perusahaan dalam mengurangi dampak emisi gas karbon dan perubahan iklim,” pungkasnya. (SL)

Sumber http://sentanaonline.com

PERINGATI HARI MANGROVE SEDUNIA MAPALA PLANKTHOS ADAKAN PENANAMAN MANGROVE DI PESISIR KOTA BONTANG

MangroverID - Sadar betapa pentingnya kelestarian ekosistem mangrove bagi kehidupan pesisir dan laut. Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman yang bernaung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF) Mahasiswa Pecinta Alam Plankthos (Mapala Plankthos) mengadakan acara penanaman mangrove pada peringatan hari mangrove sedunia yang jatuh pada tanggal 26 Juli tiap tahunnya. Selain itu juga kegiatan penanaman mangrove merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Cipta Orientasi Lingkungan V (CORAL V) yang bertujuan untuk melakukan pengkaderan bagi anggota muda Mapala Plankthos.

Pelaksanaan kegiatan penanaman mangrove sehari setelah peringatan hari mangrove sedunia yaitu pada tanggal 27 Juli 2011, jumlah mangrove yang ditanam sebanyak 1.200 pohon dengan jenis Rhizophora sp. Adapun yang menjadi lokasi penanaman di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Kecamatan Bontang Selatan, Kota Bontang. Peserta penanaman mangrove terdiri dari masyarakat umum, petambak, nelayan, pegawai pemerintah, mahasiswa universitas mulawarman serta siswa sekolah menengah atas di Kota Bontang.

Kegiatan ini berjalan berkat bantuan dari beberapa pihak diantara Universitas Mulawarman, Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian Kota Bontang, Kelompok Tani di Kelurahan Tanjung Laut Indah, Taman Nasional Kutai, PT. LNG Badak dan PT. Pupuk Kaltim.

Sumber http://fpik.unmul.ac.id

Telkomsel dan Tunas Hijau Tanam 1000 Mangrove di Pantai Kenjeran

MangroverID - Surabaya adalah kota yang memiliki garis pantai terpanjang di Indonesia. Dalam pengelolaan pantainya, harus menghindari pengelolaan pantai yang dilakukan di Jakarta, yang memiliki pantai yang indah, namun tidak bisa dinikmati dengan mudah oleh seluruh masyarakatnya. “Dalam pengaturan tata kota di Surabaya, ada bagian pantai yang harus diamankan dan bagian lain yang bisa digunakan untuk rekreasi masyarakat,” ungkap Walikota Surabaya Tri Rismaharini saat sambutan pada penanaman 1000 mangrove bersama Telkomsel PELANGI (Paling Peduli Lingkungan Indonesia) dan Tunas Hijau di Pantai Kenjeran Surabaya, Selasa (28/6).

Disampaikan Risma, kondisi pantai di Surabaya memang tidak bisa semuanya bisa dimanfaatkan terutama oleh nelayan Tambak Wedi. Pasalnya, banyak perahu nelayan hancur terkena ombak besar dan pantai tanpa barrier. Dengan kondisi seperti itu, pantai memerlukan barrier berupa tanaman mangrove. ”Bila sekarang 1000 mangrove ditanam, diharapkan tidak dipakai untuk pelebaran wilayah rekreasi. Namun difungsikan sebagaibarrier pantai,” ujar Risma di depan para peserta penanaman mangrove.

Risma menilai keterlibatan masyarakat dan instansi lainnya dalam menjaga lingkungan sangat penting. Bahkan partisipasi masyarakat ini mampu membawa Surabaya meraih ASEAN Environmental Sustainable Award, mengalahkan kota negara Singapura. “Secara anggaran belanja kota, Surabaya masih kalah jauh dengan Singapura. Tapi dalam partisipasi masyarakat untuk program perbaikan lingkungan hidup, Surabaya telah terbukti mengungguli Singapura,” kata Walikota Surabaya Tri Rismaharini yang disambut tepuk tangan sekitar 150 orang peserta penanaman mangrove.

VP Telkomsel Area Jawa Bali Gilang Prasetya menjelaskan bahwa kegiatan Telkomsel PELANGI merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Telkomsel bidang lingkungan hidup. Komunitas yang terdiri dari karyawan Telkomsel beserta keluarganya, mitra Telkomsel dan pelanggan Telkomsel ini mengawali kegiatan bersama dengan Tunas Hijau dan para siswa dari 17 SD, SMP, SMA dan SMK di Surabaya dengan melakukan penanaman 1000 pohon mangrove di Pantai Surabaya.

”Kegiatan penanaman mangrove ini kita sinergikan dengan program pemerintah kota Surabaya untuk tetap menjadikan Surabaya sebagai kota ramah lingkungan hidup dan terjaga kebersihannya. Kita pilih menanam mangrove untuk menjaga keamanan pantai Surabaya,” papar Gilang. Program peduli lingkungan hidup Telkomsel, disampaikan Gilang, tidak hanya berkaitan dengan aktivitas lingkungan luar ruang seperti penanaman mangrove. “Di dalam internal kantor Telkomsel juga sudah lama menggalakkan pola kerja yang ramah lingkungan termasuk dengan menggunakan BTS Go Green terbesar di Asia,” ujar Gilang.

Memanfaatkan kertas daur ulang dan e-paper untuk administrasi surat menyurat antar divisi juga dilakukan Telkomsel. Termasuk memproduksi material promosi yang ramah lingkungan, dan mengajak pelanggan kartuHALO untuk menggunakan e-billing tagihan bulanannya ataupun m-Kios sebagai transaksi pulsa tanpa kertas, hemat listrik, hemat air dan tisu di kalangan karyawan. Telkomsel juga menggunakan perangkat power yang kedap suara di tiap tower guna mencegah terjadinya polusi suara.

Sementara itu, penggiat senior dan Presiden Tunas Hijau Mochamad Zamroni menyatakan sangat mendukung inisiatif penanaman mangrove ini. “Daerah pasang surut air laut adalah hak dari tanaman mangrove. Mangrove sangat berperan mencegah terjadinya abrasi atau pengikisan tanah oleh gelombang air laut. Mangrove juga berfungsi mencegah terjadinya intrusi atau masuknya air laut mengisi kekosongan air tanah di daratan,” ungkap Zamroni. Diharapkan penanaman mangrove ini akan ditindaklanjuti dengan penanaman berikutnya hingga kawasan Kenjeran ini menjadi hutan mangrove.

Bagi para siswa yang terlibat, kegiatan penanaman mangrove ini merupakan salah satu kegiatan positif dalam mengisi liburan sekolah. “Dari pada liburan hanya di rumah saja,” ungkap Muhammad Safiq, salah satu peserta dari SMK KAL 2 Surabaya. Sekolah-sekolah yang terlibat penanaman ini adalah SDN Perak Barat, SMPN 3, SMPN 4, SMPN 7, SMPN 10, SMPN 26, SMAN 5, SMAN 11, SMAN 9, SMAN 15, SMA Barunawati, SMA Dharmawanita, SMK KAL 2, SMKN 10, SMKN 6, SMATAG dan SMA GIKI 1. (ron)

Sumber http://tunashijau.org

KeSEMaTER Tanam Mangrove Bersama Mahasiswa Jepang, Hongkong dan Jerman di Mangunharjo

MangroverID - Semarang – KeSEMaTONLINE. Pada tanggal 23 April 2011, mulai pukul 08.30 WIB – 12.00 WIB, para KeSEMaTER yang diwakili oleh Sdr. Cahyadi Adhe Kurniawan (MENPORSI), Sdr. Yoga Yanuar Pratama (staf MENWEBNET) dan Sdr. Asnandi Nurfakih (staf MENKOMSI) bersama dengan berbagai mahasiswa dari dalam dan luar negeri, diantaranya dari Hongkong, Jepang dan Jerman (lihat foto di samping), telah mengikuti acara penanaman-mangrove-bersama di kawasan mangrove Mangunharjo, Semarang.

Acara penanaman mangrove yang diinisiasi oleh Magister Ilmu Lingkungan (MIL) UNDIP yang bekerjasama dengan sebuah LSM di Semarang, yaitu BIOTA FOUNDATION ini, diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Bumi, yang jatuh pada tanggal 21 April 2011, di setiap tahunnya.

Dalam kesempatan ini, KeSEMaTER bersama para mahasiswa dan masyarakat di sekitar lokasi, telah menanam kurang lebih 5000 bibit mangrove jenis Rhizophora yang ditanam di pesisir pantai Mangunharjo. Acara berlangsung dengan baik dan lancar yang dibuka langsung oleh Rektor UNDIP, Prof. Sudharto.

Dalam kesempatan ini, para KeSEMaTER juga sempat mengadakan dialog bersama dengan para mitra kerjanya, sehubungan dengan program-program konservasi mangrove yang akan diselenggarakan dalam beberapa bulan ke depan di wilayah PANTURA dan sekitarnya. Keseluruhan acara ditutup dengan makan siang, doa dan foto bersama.

Sumber http://kesemat.undip.ac.id

Sisihkan laba, United Tractors tanam Mangrove

MangroverID - Rombongan manajemen dan karyawan PT United Tractors Tbk (UNTR) sedang bersiap menanam bibit pohon bakau (Mangrove) di kawasan Hutan Angke Kapuk DKI Jakarta, Jakarta Utara, pada hari Selasa, 20 April 2010. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam program United Tractors for natuRe and Enviroment Sustainability (UTREES) melakukan gerakan penanaman Mangrove.

Kegiatan penanaman mangrove didanai dari hasil penjualan excavator Komatsu PC200-8 selama tahun 2010. Rangkaian program UTREES untuk penanaman mangrove akan dilakukan dua kali pada tahun 2010.

Penanaman yang kedua akan dilaksanakan kembali pada 5 Juni 2010 dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia.

Dalam program ini, UT bekerjasama dengan Yayasan Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Mangrove Indonesia yang berperan serta aktif dalam segala kegiatan dan upaya yang berhubungan dengan perlindungan dan pelestarian hutan mangrove.

Sumber http://www.kabarbisnis.com

Generoves (Green Generation Action in Planting Mangroves)

MangroverID - Gempa dan tsunami di Jepang yang terjadi satu hari sebelum acara aksi tanam seribu pohon bernama Generoves, gak ngebuat para peserta dan juga panitia acara tersebut mengurungkan niat mereka melakukan kegiatan penanaman mangrove yang harus menyebrangi laut terlebih dahulu.

Mereka semua tetep menyebrang ke Pulau Untung Jawa, salah satu pulau konservasi mangrove yang ada di Kepulauan Seribu, Sabtu 12 Maret 2011 kemarin. Penanaman mangrove yang dilakukan siswa-siswi SMA Negeri 26 Jakarta itu merupakan bukti nyata bentuk kepedulian mereka terhadap bumi. Trus kenapa mangrove? Karena ingin mengambil fungsi mencegah erosi pantai yang dapat dilakukan oleh pohon mangrove selain memiliki fungsi hebat sebuah pohon. “Nantinya generasi muda akan menjadi penyambut tongkat estafet kepemimpinan negara ini. Dari sekarang, harus disadarin ke mereka semua yang kepeduliannya sama lingkungan udah semakin menipis, kalo peduli terhadap bumi itu bener-bener penting. It’s our part, let’s play and give the future kids a better place to life.”, kata sang Ketua Pelaksana, Rivi Satrianegara.

Peresmian acara penanaman mangrove dilakukan dengan menerbangkan seekor burung dara jantan dan juga betina yang diberi nama Gene dan Roves (Pastinya diambil dari nama acara ini). Tapi sayangnya, mereka terbang ke arah yang berbeda dan para peserta berharap kalau Gene dan Roves akan bertemu lagi. Nah, dari kegiatan Generoves ini lo semua harus bener-bener sadar kalau kita harus meningkatkan kepedulian terhadap bumi yang semakin rusak. Seperti tema acara ini, “Don’t just waiting for a change, but be a part of that change!”. Kita gak boleh cuma nunggu ada yang melakukan perubahan. Gimana jadinya kalo setiap orang cuma nungguin orang lain, nah makanya ayo jadi bagian dari perubahan itu.

Nah, setelah bercapek-capek menanam banyak bibit mangrove, mereka semua bisa menikmati keindahan Pulau Untung Jawa. Ada yang melakukan Snorkling di laut, ada yang bersepeda ngelilingin pulau, dan ada juga yang asik dengan belanja souvenir. Acara Generoves ini juga dilakukan untuk merayakan ulang tahun SMA Negeri 26 Jakarta, dan makanya dilakukan pemotongan tumpeng saat makan siang, dan by the way selamat ulang tahun ya SMAN 26! Seluruh peserta acara ini mendapatkan sertifikat kepedulian terhadap lingkungan dari sekolah, bukti kalo mereka itu bener-bener bagian dari Green Generation.

Ini saatnya kita berbuat hal baik untuk bumi yang udah baik mau kita tempatin selama ini tanpa minta feed back apa-apa. Ayo kita sembuhin bumi kita yang lagi sakit karena emang cuma kita yang bisa. Lo semua gak mau kan bumi semakin sakit? Gimana jadinya kita nanti sebagai penghuni bumi. Engga bisa cuma gue, lo, ataupun dia yang peduli, tapi kita semua tanpa terkecuali siapapun. We must be the one of Green Generation for this earth, for the future kids, and for us.

Penulis : Rivi

Sumber http://provoke-online.com

Bupati dan Wabup Tanam Mangrove di Bidukbiduk

TANJUNG REDEB - Perjalanan menuju wilayah paling selatan Berau, yakni Kecamatan Bidukbiduk memakan waktu hampir 5 jam. Namun, hal ini tidak membuat Bupati Makmur HAPK dan Wabup Ahmad Rifai bersama rombongan tampak kelelahan. Apalagi, ketika berada di Teluk Sulaiman, kawasan yang akan dikembangkan menjadi pelabuhan. Di tempat ini, juga dilakukan penanaman Mangrove di tepi pantai. Bupati dan Wabup bersama rombongan yang tiba di Bidukbiduk menjelang senja, langsung bertemu warga yang berkumpul di Teluk Sulaiman.

Di Teluk Sulaiman, Bupati melakukan kunjungan di kecamatan yang lokasinya di tepi laut. Acaranya cukup singkat, yakni menyerahkan kapal secara simbolis kepada kelompok nelayan, mengunjungi pos angkatan laut, melihat dan berbincang dengan masyarakat soal kondisi Teluk Sulaiman. Terakhir, melakukan penanaman bibit mangrove.

Di hadapan masyarakat Bidukbiduk yang menjemputnya, Bupati Makmur mengatakan, Teluk Sulaiman memiliki potensi yang luar biasa untuk dikembangkan di waktu mendatang. Terutama potensi laut yang memiliki kedalaman yang sulit ditemui di kawasan lainnya di wilayah utara.

Air laut di Teluk Sulaiman yang tenang dengan kedalaman 20-70 meter, sangat berpotensi dikembangkan menjadi pelabuhan. ”Ini yang akan kami promosikan, untuk bisa dibangun pelabuhan,” kata Makmur di hadapan masyarakat Bidukbiduk.

Dengan kedalaman itu, akan sangat memungkinkan kapal berukuran besar untuk bersandar. Apalagi, Bidukbiduk, kini tengah dilirik investor untuk membangun pabrik semen. Sehingga keberadaan sebuah pelabuhan, sangatlah penting. Termasuk yang diperlukan oleh investor lainnya yang masih melakukan penelitian.

Posisi Bidukbiduk yang juga berhadapan dengan Selat Makassar, merupakan posisi strategis dalam mengembangkan berbagai kegiatan di masa depan. Potensi laut yang belum digarap maksimal ini pula, yang menjadi tantangan para nelayan untuk bisa menangkap ikan dengan cara yang ramah lingkungan.

Maka, tepatlah ketika bupati menyerahkan secara simbolis, kapal nelayan yang akan digunakan menangkap ikan. Ini akan memberikan nilai tambah bagi nelayan sehingga mampu menangkap ikan di wilayah yang lebih jauh. “Gunakan sebaik-baiknya demi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan nelayan,”kata Bupati usai menyerahkan secara simbolis kapal kepada nelayan.

Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga hutan mangrove yang memagari sebagian wilayah Pantai Bidukbiduk. ”Keberadaan mangrove sangat penting untuk menjaga abrasi pantai,” kata Makmur. Mangrove juga mampu melindungi ancaman gelombang laut, dan berfungsi sebagai tempat berkembangbiak biota laut.

Bupati bersama Wabup dan istri, juga berkesempatan melakukan penanaman pohon mangrove. Ini terkait aksi menanam pohon yang digencarkan oleh Gubernur Kaltim. Untuk wilayah Bidukbiduk yang hutannya masih terjaga, agaknya lebih tepat untuk mengkampanyekan menanam mangrove, jenis tanaman pantai yang memiliki banyak manfaat.

”Saya akan memberikan penghargaan khusus kepada kepala kampung maupun camat yang berhasil menjaga kondisi tumbuhan mangrove maupun yang berhasil menanam mangrove di wilayahnya,” janji Bupati. (hms2/ran).

Sumber http://www.kaltimpost.co.id

Puteri Indonesia, Riesa Kertikasari Tanam Pohon Mangrove di Pulau Umang

MangroverID - Puteri Indonesia Lingkungan 2010, Reisa Kartikasari berada di Pulau Umang yang berada di Ujung Kulon Banten. Reisa berada di Pulau tersebut selama dua hari tanggal 06-07 November 2010. Kehadiran Reisa begitu biasa disapa tak lepas dari program Green Edelweiss Fondation(GEF) yang bekerjasama dengan Yayasan Puteri Indonesia (YPI) dan Ujung Kulon Community Society (UCS) dalam melestarikan dan memberikan sosialisasi masalah lingkungan kepada masyarakat sekitar dan masyarakat Indonesia umumnya.

Setelah beberapa hari kembali dari kunjungannya ke lokasi pengungsian korban letusan Gunung Merapi, Jogjakarta, Reisa langsung melakukan tugasnya sebagai Puteri Indonesia Lingkungan.

Dipulau Umang Reisa melakukan tanam pohon mangrove dan penanaman serta pembudidayaaan terumbu karang bersama Green Edelweiss Fondation dan Ujung Kulon Conservation Soeciety (UCS) diikuti oleh delegasi dari beberapa Negara yang tergabung dalam Festival International Pemuda dan Olahraga Bahari (FIBOB V) yang berlangsung di Pulau Umang 5-7 November 2010.

Reisa berharap penanaman pohon ini tidak sekedar menjadi kegiatan yang simbolis namun juga bersifat sustainable (berkelanjutan ) sehingga lingkungan alam baik di darat maupun di laut menjadi seimbang.
Seperti yang diungkpkan oleh aktivis dari Green Edelweiss Foundation (GEF), Puteri Indonesia Lingkungan 2010 diharapkan dapat menjadi icon dalam hal pelestarian dan menjaga lingkungan, diharapkan dapat dicontoh oleh generasi muda Indonesia untuk terus peduli dan mnejaga kelesatarian lingkungan di Indonesia maupun dunia. Sesuai dengan misi dan visi kami yaitu menjadikan generasi yang hijau agar tercipta bumi yang hijau.

Dalam kesempatan tesebut reisa juga melakukan dayung perahu jungkung (perahu tradisional nelayan) sampai ketengah lautan. Reisa benar benar merasakan keindahan alam dan lingkungan yang diberikan oleh Tuhan yang harus kita jaga untuk generasi yang akan dating.

Masalah lingkungan adalah masalah yang cukup pelik dan berbahaya sekali. Memang ancaman dari perusakan lingkungan tidak kita rasakan langsung namun kedepan dapat menimbulkan bencana buat generasi kita. Seperti longsor, banjir dan perubahan suhu yang extreme.

Reisa juga mengucapkan terima kasih kepada Green Edelweiss Foundation (GEF) yang telah banyak membatu dlam kegiatan conservasi, sosialisasi dan edukasi maslah lingkungan kepada generasi muda di Indonesia.

Reisa berharap kedepan pemahaman masyarakat terhadap pentingnya lingkungan menjadi kesadaran bersama dan generasi muda Indonesia bahkan seluruh lapisan masysrakat turut peduli dengan lingkungan.

Sumber http://puteri-indonesia.com

Dandim-BLH Susuri Pantai Rejoso Tanam Mangrove

Pasuruan- Dandim Pasuruan Letkol Inf Edi Sucipto bersama Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Trinjono Isdijanto, menyusuri kawasan pantai Rejoso, Pasuruan, Jawa Timur, Sabtu. Kegiatan yang juga diikuti wartawan dan jajaran manajemen PT Cheil Jedang Indonesia tersebut, untuk mengetahui kondisi hutan mangrove di wilayah Pantai Rejoso, serta membantu bibit, dan menanam kembali sejumlah bibit mangrove.

Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Pasuruan, Trijono Isdijanto menyebutkan, pantai di wilayah pesisir Pasuruan yang mempunyai panjang sekitar 38 kilometer kondisinya tidak seluruhnya tertutup hutan mangrove.

Padahal, lanjut Trijono, keberadaan hutan mangrove sangat penting untuk menghindari terjadinya abrasi. Sementara pantai wilayah Pasuruan yang terbentang mulai dari barat (Bangil) hingga timur (Nguling) tidak semuanya tertutup hutan mangrove.

Di sepanjang pantai Bangil kondisi hutan mangrovenya relatif baik, tapi di wilayah Kraton, terutama di wilayah yang aktivitas warganya tinggi, hutan mangrovenya rusak. Terparah di sekitar sepanjang pantai antara Lekok dan Nguling, banyak yang tidak tertutup mangrove karena tanahnya yang berpasir dan berbatu.

Sementara di pantai Rejoso hutan mangrovenya relatif baik. Adenan, warga Desa Jarangan, Rejoso menyebutkan, seluas 61 hektare di Rejoso telah ditanamai 160 ribu batang yang kini mulai menjadi hutan mangrove, hanya tinggal sekitar 30 hektare lagi yang kini masih terus ditanami mangrove secara bertahap.

Trijono menjelaskan, kegiatan penanaman mangrove di sepanjang pantai Pasuruan hasilnya tidah saja berhasil menanggulangi abrasi, tapi juga telah membuka peluang baru sebagai obyek wisata alam.

Di hutan mangrove di Desa Penunggul, Kecamatan Nguling hasil rintisan Mukarim yang juga tela berhasil mendapatkan Piala Kalpataru, kini telah dikembangkan mejadi obyek wisata pemancingan.

Kolam pancing yang berada di wilayah timur Pasuruan itu mencapai luas sekitar 24 hektare yang dilengkapi pula fasilitas gazebo. Trijino berharap, keberhasilan Mukarim dalam mengembangkan wisata hutan mangrove juga mendapat dukungan dari dinas dan instansi yang lain.

Sumber http://www.antarajatim.com

Bergulat dengan Lumpur, Tanam Mangrove Untuk Masa Depan

MangroverID - suarasurabaya.net| Hujan deras yang mengguyur Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) memang masih menyisakan lumpur basah. Namun ternyata tidak mampu menyurutkan semangat peserta “Surabaya Peduli, Mari Menanam Mangrove, Pohon Keluarga untuk Masa Depan” yang didukung penuh oleh Sampoerna untuk Indonesia, Minggu (13/12).

Pengalaman seru diperoleh para peserta meski harus bergulat dengan lumpur becek. Mereka menancapkan satu per satu bibit mangrove jenis api-api ( Avicennia Alba) di lahan kosong.

Bibit mangrove dibagikan kepada peserta. Sebelum acara dimulai, mereka mendapat penjelasan dari Forum Kemitraan Polisi Masyarakat (FKPM) Wonorejo dan Yayasan Pembelajaran Konservasi (Yapeka). Sambutan diberikan pihak penyelenggara yakni TRI RISMA HARINI Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya dan WAHYU WIDODO Direktur Usaha Suara Surabaya Media.

Sekita pukul 07.30 WIB, perjalanan pun dimulai. Menggunakan perahu motor, peserta diangkut menyusuri sungai menuju Pos Pantau Mangrove. Sesampai disana, mereka langsung diarahkan menuju lahan kosong yang telah disediakan.

Di lahan kosong itulah, para peserta menanam mangrove. Setiap bibit yang ditanam diberi label nama masing-masing sebagai bukti untuk generasi mendatang.

MUHAMMAD FAHMI satu diantara peserta mengaku kegiatan menanam mangrove ini seru. Ia pun tak merasa rugi mengajak keluarganya. Sekitar 30 bibit mangrove ditanam keluarga FAHMI.

“Seru, cukup menarik. Puas rasanya kesini. Sekalian mengenalkan anak-anak tentang mangrove,” kata FAHMI yang ditemui suarasurabaya.net, Minggu (13/12).

Meski baru pertama kali ke kawasan mangrove, namun FAHMI mengaku Pamurbaya belum terlalu lebat jika dibandingkan yang ada di Bali. Meski demikian, kata FAHMI, Surabaya menjadi lebih menarik dengan adanya kawasan konservasi hutan mangrove ini.

TRI RISMA HARINI Kepala Bappeko Surabaya mengatakan Surabaya Peduli Mangrove ini memang bertujuan untuk memperbanyak tanaman mangrove yang memang belum terlalu lebat di Pamurbaya.

Menanam mangrove merupakan kegiatan melindungi Surabaya yang berbiaya murah. Harga bibit mangrove berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 bergantung pada jenis. Kawasan tersebut berpotensi mencegah banjir sekaligus sebagai tempat berpijahnya ikan dan berkembangnya spesies burung.

“Kalau harus membangun waduk seperti di Belanda berapa biayanya. Tapi dengan hutan mangrove ini tidak hanya Surabaya yang dilindungi tapi juga sampai Mojokerto, Jombang,” kata RISMA.

Usai menanam mangrove, peserta kembali dimanjakan dengan disuguhkan kuliner khas hutan mangrove hasil budidaya tambak yakni banding lempung yang disajikan dengan kelapa muda. Tak lupa pula bazaar yang menawarkan batik dan sirup mangrove.(git)

Teks Foto :
1. Mari menanam mangrove.
2. Label sebagai tanda telah menanam mangrove untuk generasi mendatang.
Foto : GITA suarasurabaya.net

Sumber http://www.suarasurabaya.net

Novotel dan Siswa SDN Taman Pekunden Tanam Mangrove

MangroverID - Puluhan siswa Rintisan Sekolah Standart Nasional (RSNN) Taman Pekunden dan Novotel Hotel melakukan penanaman bibit mangrove di bibir pantai Mangunharjo Kelurahan Mangunharjo. Penanaman bibit tersebut sebagai upaya penyelamatan bibir pantai yang sudah rusak terkena abrasi.

Sumber http://halosemarang.com

SMA YPPI Dan Rafles Singapura Tanam Mangrove Di Wonorejo

MangroverID - Kepedulian terhadap penanaman mangrove terus berdatangan dari kalangan pelajar. Kali ini SMP - SMA YPPI dan SMA Rafles Singapura menyumbangkan bibit mangrove, Kamis (18/11). Sekitar 100 orang pelajar yang peduli dengan lingkungan ini rela berpanas panas turun ke Wonorejo. Mereka tidak hanya menyumbang 1.000 mangrove tetapi juga menanamnya.

Hanya saja tidak semua batang mangrove tersebut mereka tancapkan sendiri melainkan dilakukan secara simbolis terhadap 100 bibit mangrove.

Penyerahan bibit mangrove ini disaksikan beberapa staf Dinas Pertanian dan Sekcam Rungkut Ridwan Mubarun.Para pelajar tersebut nampak antusias mengikuti kegiatan penanaman mangrove ini.

"Terutama pelajar dari SMA Rafles Singapura, ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan karena baru pertamakalinya dilakukan di Surabaya. Sedangkan saat berada di Singapura, hal ini belum pernah mereka alami," kata Ridwan Mubarun, Sekcam Rungkut.

Mereka memang tercatat menjadi peserta pertukaran pelajar antara SMA YPPI dengan SMA Rafles singapura. Selain itu penanaman bibit mangrove ini juga bagian eskul pengenalan hutan , gunung dan laut.

Kepada para pelajar ini juga tak lupa diterangkan bagaimana pentingnya hutan mangrove ini bagi ekosistem yang ada. "Surabaya akan terlindungi dari abrasi jika hutan mangrove ini terpelihara dengan baik," kata Ridwan di sela sela acara.

Adanya mangrove ini juga menjamin terpeliharanya ekosistem dengan baik. Karenanya Kecamatan Rungkut dan masyarakat setempat terus melakukan upaya untuk menjaga kelestariannya. (red)

Sumber http://www.surabayakita.com

Cegah Abrasi, Warga Tuban Tanam Mangrove

MangroverID - Tuban (beritajatim.com) - Warga dari Kelurahayan Panyuran, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban secara swadaya melakukan penanaman pohon mangrove di sekitaran pantai. Penanaman itu sebagai upaya untuk menyelamatkan kawasan pantai, dan pencegahan terhadap abrasi. Pantuan beritajatim.com, sejumlah warga desa tersebut yang juga termasuk para pemuda itu melakukan penanaman sedikitnya 180 pohon mangrove, cemara, ketapang dan sejumlah pohon yang lain. "Ini bisa untuk menyelamatkan pantai dari gerusan derasnya gelombang air laut," ujar Bambang Eko Wijanarko, dari salah satu koordinator aksi.

Menurut Wijanarko, kondisi pantai sudah cukup memprihatinkan. "Sudah banyak yang mengalami abrasi akibat kurangnya tanaman penahan gelombang air laut," ujarnya.

Wijanarko menjelaskan, selama ini akibat tingginya aberasi di wilayah pesisir pantai utara Kabupaten Tuban, termasuk wilayah pantai Panyuran tersebut sudah banyak lahan milik warga yang berubah menjadi laut.

"Meski ini belum berarti tetapi kami bersama masyarakat sudah berupaya untuk melakukan pelestarian pantai, dan ini untuk mengurangi abrasi di pantai yang lebih parah lagi," tambahnya.

Dengan kondisi pantai yang sudah banyak yang terkikis oleh air laut itu, mereka pun berharap kepada pemerintah untuk ikut membantu warga sekitar pesisir pantai untuk memberikan bantuan berupa bibit pohon. [mut/but]

Sumber http://www.beritajatim.com

Dies Natalis Ke-33, Mahapala Ajak Tanam Mangrove

MangroverID - Menanam mangrove di Ekowisata Mangrove Wonorejo adalah salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis Mahapala ke-33 (24/06). Acara bertema ‘One Action for Thousand Function’ tersebut bertujuan mengajak civitas akademika UPN “Veteran” Jatim untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Salah satunya dengan mengurangi polutan melalui penghijauan. Selain itu, acara yang diikuti oleh para pejabat dan perwakilan UKM tersebut juga untuk memperkenalkan UKM Mahapala sekaligus menjalin tali silahturahmi.

Tepat pukul 07.45, peserta mengikuti apel pembukaan yang dibuka oleh Wakil Rektor III. Sebelum mengikuti apel, para peserta melakukan registrasi. Setiap peserta mendapatkan kaos dan topi yang wajib digunakan saat melakukan penghijauan. “Saya merasa senang dengan diadakannya acara ini karena dengan ini menunjukan kalau kalian semua peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar Wakil Rektor III, Patrap Wiprapto melalui sambutannya.

Setelah apel pembukaan selesai, para peserta diberangkatkan menuju tempat penghijauan dengan menggunakan satu bus milik UPN dan satu mobil pick up. Setiba di sana, para peserta mendapat pengarahan dari Yuli, perwakilan Dinas Pertanian yang merupakan alumni UPN. Yuli mengatakan bahwa kelestarian mangrove ini bukan hanya dilakukan oleh Dinas Pertanian Surabaya melainkan juga masyarakat sekitar. “Salah satu contohnya dengan diadakannya program yang seperti Anda lakukan sekarang ini,” tambahnya. Tidak hanya itu, ia juga menjelaskan proses yang akan dilakukan pada penghijauan hari itu.

“Karena saya belum pernah mengikuti acara seperti ini saya merasa senang dan saya berharap kalau bisa diadakan kembali acara seperti in tapi di tempat yang lain,” ujar Nita Hariyani (Ilmu Komunikasi/10) mengenai acara yang berakhir pukul 10.30 tersebut. [tna]

Sumber http://www.pers-upn.com

Dharma Wanita Kemenhub Tanam Mangrove di PIK

MangroverID - PENJARINGAN - Taman Wisata Alam Mangrove Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara didatangi serombongan ibu-ibu berseragam kaos hijau dengan tulisan Save Our Mangroves. Ibu-ibu tersebut merupakan rombongan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Perhubungan. yang dipimpin oleh Annie Numberi, istri Freddy Numberi, Kementerian Perhubungan.

Kedatangan ibu-ibu Dharma Wanita dari Direktorat Laut, Udara dan Darat ke taman wisata alam seluas 99.82 ha tersebut guna melakukan penanaman 1000 pohon mangrove dalam Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara 2010. Penanaman pohon mangrove langsung dipimpin Ibu Annie Numberi di dekat pohon mangrove yang telah ditanam Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono.

Safari SidakatonTidak ingin ketinggalan, aksi penanaman pohon tersebut juga langsung disambut ibu-ibu dharma wanita lainnya. Mereka langsung terjun ke air dan berbasah-basahan guna menanam pohon mangrove. Selain mereka, beberapa pejabat setingkat dirjen juga ikutt berbasah-basahan guna menanam pohon mangrove. Menamam pohon mangrove memang berbeda dengan pohon lainnya. Pohon mangrove harus ditanam dalam lumpur air sehingga untuk menanamnya perlu menyeburkan diri.

Menurut Annie Numberi, kegiatan penanaman pohon mangrove merupakan bentuk nyata kepedulian Kementerian Perhubungan, khususnya Dharma Wanita Persatuan Perhubungan terhadap pentingnya menjaga, melindungi dan melestarikan lingkungan. Dengan melakukan penanaman pohon mangrove maka diharapkan dapat mengurangi dampak dari pemanasan global dan perubahan iklim yang saat ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan secara internasional dibawah badan PBB, diantaranya IMO untuk transportasi laut dan ICAO untuk transportasi udara.

Safari SidakatonGerakan Perempuan Tanam dan Pelihara 2010 pertama kali dicanangkan oleh Ibu Ani Yudhoyono pada tahun 2007. Gerakan penanaman pohon merupakan inisiatif kebersamaan tujuh organisasi perempuan yaitu SIKIB, Kowani, Dharma Wanita, TP PKK, Bhayangkari, Dharma Pertiwi dan APPB.

"Gerakan menanam pohon ini dilakukan untuk lebih meningkatkan kepedulian berbagai pihak, khususnya perempuan akan pentingnya penanaman dan pemeliharaan pohon yang berkelanjutan," kata Annie disela-sela penanaman pohon mangrove.

Oleh karena itu, sambung Annie, gerakan penanaman pohon mangrove yang baru saja dilaksanakan merupakan bentuk dukungan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Perhubungan terhadap gerakan yang dicanangkan oleh Ibu Ani Yudhoyono. Agar pohon mangrove tersebut tidak mati, Annie Numberi berpesan agar pohon mangrove yang baru ditanam ini harus terus dipelihara jangan sampai tanaman mangrove ini hanya ditanam lalu dibiarkan saja. Sebab penanam pohon mangrove ini tidak semudah tanaman di daratan karena setiap lubang di lahan mangrove berupa pasir yang dicampur dengan media tanah dan ditambah pupuk.

"Pohon mangrove ini juga sumber kehidupan bagi lingkungan maritim. Untuk itu penanaman pohon mangrove harus terus dilakukan guna menjaga dan melindungi lingkungan maritim, khusunya wilayah pesisir agar tidak terjadi abrasi oleh gelombang laut," jelasnya.

Selain menaman pohon mangrove, ibu-ibu Dharma Wanita tersebut juga menyerahkan bingkisan kepada Anak Buah Kapal (ABK) Kepala Pelayaran Rakyat dan Masyarakat Nelayan. Pemberian bingkisan tersebut merupakan bentuk nyata dari Kementerian Perhubungan terhadap peningkatan gerakan kepedulian sosial di masyarakat khususnya para masyarakat nelayan.(TNOL/IAS)

Sumber http://id.wisatapesisir.com

IIWC Ajak Tanam Mangrove Selamatkan Bumi

MangroveID - Indonesia International Workcamp (IIWC) mengajak masyarakat Semarang untuk peduli dengan keselamatan bumi. Mereka pagi ini bersama The Hong Kong Institute of Education, turun ke jalan melakukan aksi simpatik bertajuk “Mangrove Go Grow Go” sebuah ajakan untuk menananm mangrove di pantai dengan tujuan untuk menyelamatkan pantai mencegahnya dari abrasi. Penanaman kali dilakukan di kawasan Mangunharjo.

Sumber http://halosemarang.com

Warga Wandoka Tanam Mangrove

MangroverID - Wangiwangi, Kepres - Warga Kelurahan Wandoka dengan antusiasnya berbondong-bondong, ikut melakukan penanaman bakau (Mangrove) di pesisir pantai, Kamis (17/6). Jumlah pohon tersebut yakni sebanyak 500 pohon. Semunya berasal dari, bantuan dari Direktorat Jenderat Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementrian Kelautan Dan Perikanan pada TA 2010.

Magrove yang dikenal banyak warga dengan sebutan pohon bakau itu, mulai ditanam sejak pagi hari pukul 07.00 Wita sampai Pukul 10.00 Wita. Menurut Lurah Wandoka yang baru menjabat dikelurahan tersebut, Samsudin, penanaman tidak hanya melibatkan kepala keluarga, ibu rumah tangga dan pemuda saja. Tetapi, penanaman pohon itu juga melibatkan murid SD Wandoka.

“Penanaman pohon bakau yang kita lakukan secara bersama-sama ini, utamanya dilakukan penanaman dibagian pesisir Pantai Wandoka yang terkena abrasi. Ini dilakukan untuk mendukung program melestarikan lingkungan dari Direktorat Jenderat Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil,” ujarnya.

Lanjut Lurah itu, selain ditanamkan pohon magrove warga yang dipimpinya juga dapat pembekalan dari pihak tersebut bagaimana cara membuatkan bibit pohon magrove. Diharapkan, dengan memiliki pengetahuan pembibitan mangrove maka, akan memudahkan langkah pengembang biakan pohon mangrove. RI/B/LEX

Sumber http://kendariekspres.com

Peduli Lingkungan, Persebaya 1927 Tanam Mangrove

MangroverID - SURABAYA (jurnalberita.com) – Setelah menggelar aksi donor darah, tim Persebaya 1927 yang tengah merayakan hari ulang tahunnya, melakukan aksi peduli lingkungan. Mereka menggelar aksi penghijauan, dengan melakukan penanaman bibit di Hutan Mangrove Wonorejo, Senin pagi (20/6/2011). Kegiatan yang merupakan rangkaian aksi dalam rangka HUT Persebaya ke-84 tersebut diakhiri dengan mengadakan pertandingan persahabatan dengan tim Polrestabes Surabaya di Gelora 10 Nopember.

Dalam aksi penghijauan yang dihadiri pemain, pelatih, pengurus, panpel dan supporter Persebaya 1927 tersebut, mereka turun langsung menanam bibit pohon di lokasi yang ditetapkan pengelola. “Aksi ini memang baru pertama kali kami lakukan sepanjang sebagai pemain hingga pelatih. Tetapi ini sangat bagus buat tim,” ujar pelatih Persebaya 1927, Aji Santoso yang memimpin kegiatan.

Bukan hanya Aji, hampir seluruh rombongan yang hadir belum pernah mendatangi lokasi wisata Hutan Mangrove di Wonorejo ini. Mereka mengagumi hutan ota yang sedang digalakkan oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Menurut Aji Santoso, sudah seharusnya tim-tim profesional terlibat dalam kegiatan sosial. Bahkan, menurutnya, dii luar negeri tim-tim besar mewajibkan pemainnya tampil dalam aksi sosial. Pasalnya, hal ini menjadi bentuk hubungan timbal balik dengan pendukungnya maupun masyarakat.

“Untuk kegiatan penghijuan seperti ini, bukti dukungan Persebaya 1927 dalam mengatasi pemanasan global yang sedang digalakkan pemerintah saat ini,” tambah mantan pelatih tim sepakbola PON Jatim itu.

Hal ini juga diamini pemain asing Persebaya 1927, Otavio Dutra yang juga hadir di Hutan Wisata Mangrove Wonorejo. Menurutnya, ini kenang-kenangan dari tim Persebaya. “Mungkin, tiga tahun lagi saya akan kesini, saya bisa lihat hasil yang kita lakukan sekarang. Ini bisa buat kenangan indah,” papar pemain asal Brasil tersebut. (jbc12/jbc2)

Sumber http://jurnalberita.com

Ibu-ibu DWP Setneg Berbasah Ria Tanam Mangrove

MangroverID - Mengenakan sepatu boat, t-shirt dan celana training warna orange strip putih, rombongan ibu-ibu dharma wanita persatuan sekretariat negara (DWP Setneg) tampak antusias menanam pohon Mangrove. Di pantai Karangantu yang masuk dalam wilayah BAPPL (Bagian Adminitrasi Pelatihan Perikanan Lapangan) Sekolah Tinggi Perikanan Kasemen Serang, Banten.

Untuk menanam pohon Mangrove, ibu-ibu dharma wanita ini harus menceburkan diri ke air laut dan berbasah-basahan. Mereka harus rela seperti itu, karena penanaman pohon mangrove berbeda dengan pohon lainnya, yakni harus berada di laut. Uniknya, meski berada di air asin dengan pakaian yang basah, justru membuat semuanya tampak menikmati.

Foto bersama..Tidak heran diantara mereka tampak tertawa senang ketika berhasil menanam pohon mangrove di tengah air laut yang pagi itu sedang pasang.

Penanaman pohon mangrove yang dilakukan DWP Setneg, juga dilakukan DWP Propinsi Banten, DWP Kabupaten dan Kota Serang serta DWP BAPPL STP Serang. Pohon mangrove yang ditanam tidak hanya di pesisir pantai, komunitas ibu-ibu DWP ini juga turut menanam pohon mangrove di tambak yang jaraknya sekitar 100 meter dari garis pantai. Di lahan tambak tersebut, mereka ikut turun dan ‘menikmati’ tambak yang berair payau serta berlumpur.

Tetap bersemangat..Hj Pipih Muhadi, SE, Ketua DWP Propinsi Banten usai berbasah-basahan dengan air laut dan lumpur tambak mengatakan, kepedulian ibu-ibu DWP dalam menanam pohon mangrove guna menahan abrasi. Terlebih, air laut belakangan ini terus mengikis tanah. Bila pohon mangrove tidak ditanam, maka beberapa tahun lagi STP Serang yang letaknya di Pantai Karangantu sudah tidak ada lagi.

"Jadi kami harus peduli," ujarnya menegaskan.

Sementara itu, Imma Basarah, Ketua DWP Setneg yang juga ikut berbasahan-basahan dan bermandikan lumpur mengatakan, kepedulian yang dilakukan ibu-ibu DWP terhadap penanam pohon mangrove, karena saat ini keberadaan pohon tersebut sangat memprihatinkan.

Ikut membantu anak-anak sekolah di lokasi penanaman Mangrove.."Jadi, siapa lagi kalau bukan kita ibu-ibu dharma wanita persatuan yang ada di seluruh Indonesia yang peduli. Meski yang kita lakukan sedikit, Insya Allah akan menjadi besar," jelasnya.

Imma mengatakan, kegiatan menanam pohon mangrove akan terus berlanjut dan dilakukan ibu-ibu DWP. Apalagi penanama pohon mangrove juga berkaitan dengan program go green sehingga akan terus berkesinambungan.

Imma Basarah (kanan)Makanya, ucap dia, dalam program menanam pohon mangrove tahun depan, dirinya akan siap berbasah-basahan lagi ke dalam laut guna merasakan betapa susahnya menanam pohon mangrove.

"Jadi, kita akan merasakan betapa susahnya para mahasiswa atau petani yang menanam pohon mangrove.Ternyata berat dan tidak mudah dalam memeliharanya sehingga diperlukan peran serta masyarakat," Imma menambahkan.

Ada sekitar 100 pohon Mangrove jenis Rhizopora dan Avicennia yang ditanam ibu-ibu DWP Setneg di pesisir pantai dan tambak. Perkembangan pohon mangrove tersebut juga akan terus dipantau.

Tidak mudah menanam pohon Mangrove..Menurut Nanik Suroto Adi, Ketua Panitia HUT Instansi Pemerintah Pusat (IPP) Sekretariat Negara mengatakan, gerakan menanam pohon adalah salah satu kegiatan yang dilakukan Dharma Wanita Persatuan dalam rangka ultahnya yang kesebelas. Selain menanam pohon, kegiatan DWP juga memberdayakan masyarakat pesisir.

Selain menanam pohon mangrove, dalam kesempatan itu komunitas ibu-ibu DWP Setneg juga memberikan bantuan berupa alat peraga edukasi dan peralatan sekolah kepada 65 anak-anak Paud Harapan Bunda Kota Serang.

Menanam pohon Mangrove menjadi agenda lanjutan DWP Setneg untuk mengurangi kerusakan laut.."Kalau sembako akan cepat hilang, tapi kalau bantuan berupa alat-alat sekolah akan lebih berguna dan waktunya bisa panjang," jelasnya.

Sebelumnya pada tanggal 4 Desember 2010 dalam rangka ulang tahun, DWP Setneg juga memberikan bantuan kepada korban Gunung Merapi sebanyak 50 set kompor gas. Pada tanggal 18 Desember nanti, DWP Setneg juga akan melakukan kegiatan bakti sosial berupa perbaikan rumah kepada para anggota DWP yang sudah pensiun.

Sumber http://www.tnol.co.id